Mama
Mama
Sebuah nama yang indah bukan? Beberapa orang menyebut nama yang berbeda
seperti ibu, bunda, mamah (pake h, hehehe), enyak, nyokap. Nama yg sangat
berjasa bagi sebuah keluarga, terutama untuk anak-anaknya. Wanita yg sangat
sabar dalam mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan, dalam segala
keterbatasan dan kesulitan yang dialami. Penyayang bagi anak-anakny dari lahir,
anak-anak, remaja, dewasa, even sampe kt uda menikah sekalipun, hingga akhir
hayatnyalah. Setelah saya menjadi manusia dewasa (dari segi usia yach,,), saya
mengalami betul apa kata pepatah yang mengatakan ”kasih ibu sepanjang jalan”. Kasihnya mengalir seperti aliran air, mengalir,
mengalir dan mengalir.
Tidak hanya berperan sebagai ibu bagi anak-anakny, juga berperan sebagai istri
bagi suaminy, melayani semua kebutuhan suami dengan sebaik-baikny, mulai dari
urusan perut hingga tetek bengek lainnya. Dulu saya pikir untuk urusan ini
mudah, ternyata setelah saya terjun bantu-bantu juga (jika ada waktu luang
pulang ke rumah), gampang2 susah ternyata. Bahkan bagi ibu yang menjadi wanita
karir/bekerja, sangat sulit tentunya membagi waktu antara keluarga dengan pekerjaan,
tp ternyata kaum ibu memang cerdas, nyatanya beres2 aja smua kerjaannya. Wajar
saja jika kaum ibu keliatan lebih tua setelah beberapa tahun melewati bahtera
rumah tangga, knp? Karena kesibukanny sehari-hari yang penuh dengan problematika.
Ketika kita jaman anak-anak, kt dididik dan ditanamkan nilai-nilai ajaran, diajari
membaca, belajar mengeja, cara bermain, cara berteman, didorong untuk meraih
nilai yg baik d sekolah, kt dituntun karena kasihnya. Setelah masuk fase
remaja, ad sedikit kebebasan yang diberikan oleh ibu kt, walopun sebenarnya
pada tahap ini banyak orangtua yang khawatir akan perkembangan kt yang masih
labil dan mudah tergoda dengan hal-hal yang tidak baik. Namun saya yakin, jika pembinaan
sejak kecil dan perhatian terus menerus, kt akan baik-baik saja. Tentunya
kebebasan yang diberikan, dilihat dl, sperti apa anak2nya. Biasany pada tahap
ini, anak2 mulai melakukan ”pemberontakan” kecil2anlah. Walopun demikian ibu kt tetap menerima apa adanya
kelakuan anak dan setia menemani.
Masuk masa transisi dari remaja menuju dewasa. Era privacy, kt sering
melakukan protas-protes sana sini, ingin kebebasan yg seluas-luasnya, tp ibu kt
berusaha menahan emosi dengan memberikan arahan-arahan supaya gmn baikny. Klo
kt bisa dipercaya saya yakin kt bisa sebebas yg kita mau lho sebenarnya, itu aj
si kunciny. Singkatny figur seorang ibu
gk ada matinyalah, ungkapan seribu kata gk akan cukup. Berapa banyak
pengorbanan yang diberikan, dari waktu, tenaga, pikiran, hati, kasih sayang.
Sedangkan kt berapa banyak caci maki yang kita berikan, kenakalan yang kita
lakuin, kebohongan dan tipu2, dana/uang yang kt habiskan, dan kerepotan2
lainnya (kek doktrin jaman SMP n SMU ni, huahahaha).
Yang tak kalah penting doa seorang ibu yg tak putus2nya mendoakan kt selalu
kepada YME. Memberikan petuah-petuah bijak, merawat kt pada waktu susah jg,
merawat kt pada waktu sakit, menemani pada waktu kita ada masalah besar dan
memberikan motivasi, memberikan senyuman tulus. Itu semua gk kt dapet dari
temen deket/sobat, pacar, kakak, abang, ato ayah jg sekalipun misalnya. Berapa
banyak ibu yang berjuang demi anak2nya, dengan menjadi kondektur, tukang becak,
pemulung, tukang sapu jalan, jd TKW yg dipukuli (bukan merendahkan ato menghina
cmn kurang humanis n kurang cocok aj) ini buktinya…Walaupun demikian saya
juga tidak buta, ibu juga pasti ada kekurangannya, namanya juga manusia.
Yah oleh karena itu, selagi kt masi bisa dan beliau masi ada, gk ada
salahnya kita berbakti dengan cara
menyenangkannya. Dari hal kecil maupun besar klo bisa. Meskipun saat ini, saya
juga belum bisa membanggakan beliau dan jauh dari cukup menyenangkan beliau. Tp
saya sudah coba apa yang saya bisa, y saya berikan walo hanya kecil sekali
bahkan tidak berarti bila dibandingkan dengan pengorbanannya. Setidaknya beliau
menjadi senang dan tau betapa berartinya beliau dimata kita. Terkadang kt harus
dapat membuang rasa egois, dengan hanya memikirkan masa depan kt saja. Kt terlalu
sibuk dengan aktivitas kt sendiri, kt tidak memperdulikan beliau, kt terlalu
ambisi dengan cita-cita kt. Sudah tercapai, lom tentu beliau masih ada bukan?
Yah telat deh, gk ksampaian balas jasanya, gpp jg y balas jasanya ke anak
kalean khan nantinya. Hanya saja jangan lwatkan kesempatan yang ada, kesempatan
tidak akan datang dua kali! klo bisa lakukan hari ini, yah hari, klo sekarang, y sekarang juga kita
lakukan. Jangan tunggu hingga kondisi kt saat yg terbaik, mapan, ato
berkecukupan baru memberikan. Lebih repotnya lagi klo uda berkeluarga, lebih
sulit lagi deh. Moment dimana kt lagi bujangan n sudah kerja merupakan moment
yang tepat, trust me…Fokuskan pada ibumu, br kerja n trus deh soulmatemu.
Biarkan beliau merasakan kasih sayang kt, hasil jerih payah kt, kebanggaan,
rasa pujian dari orang lain. beliau tentunya tidak mengharapkan hal-hal yang
besar pada kita, dia mengerti akan keterbatasan kt. Ayuh kita berikan ibu kt tetesan
air mata kebahagiaan, bukan air mata kesedihan.