OS UKSU

OS UKSU

 

Crita ini berawal ketika aku baru saja menginjak kota nun indah apalagi klo
bukan kota parahyangan. Pengalamanku pertama kali merantau ke negeri orang, dmn
jauh dari orangtua. Sudah menjadi tekad dr SMU bagi aku utk tidak tinggal
serumah dengan orangtua jika kuliah nanti, tujuannya tidak lain sekedar supaya
mandiri, atau meninggalkan zona nyaman. Pelajaran awal yg aku dapat, kenali
lingkungan dan sebisa mungkin beradaptasi dengan cepat. Untungnya mendapat
bimbingan dari abang yang telah lebih dulu berdiam di bandung. Namun tetap saja
kurang terasa terlindungi, bahkan cenderung layaknya aku seperti di orientasi
ulang pada awal-awal bulan, jatuh dr tangga tertiban pula, dari hari ke hari
kesulitan-kesulitan, sangat nyaman berada disisiku.

Masalah studi pun melilit dimana aku mendapat kasus praktikum pertama
fisika dasar karena terlambat masuk ke lab bukan karena telat, pusing sekali
waktu itu karena mendapat nilai nol pada praktikum pertama. Hampir tiap masalah
ku coba selesaikan sendiri, karena skr diriku disini merupakan tanggung
jawabku. Masuk kampus, terdapat perbedaan pola pikir kutemui pada teman kuliah
dengan teman SMU dan SMP. Namun prinsipku just be yourself, tidak heran tidak
terjadi perubahan drastis yg terjadi pada diriku hingga saat ini.

 

Stop,,,terlalu panjang
introductionnya di cut ajalah, oke jgn protes dl, ikutin aja flownya.

 

Tiga bulan berjalan, fakta yang terjadi kampus tercinta penuh dengan
namanya perploncoan. Dari plonco selama seminggu untuk semua mahasiswa baru yg
sifatnya universal, plonco utk masuk unit kegiatan kemahasiswaan selama 4 bulan
beriringan plonco himpunan jurusan kuhabiskan waktu lebih satu semester agar
tidak tercap dengan sebutan non-himp. Namun dr ketiga tersebut yg paling
berkesan adalah mengikuti Proses Penerimaan Anggota Baru (PPAB) UKSU.
Sejujurnya niat awalku hanya mengejar menjadi anggota saja, bukan apa-apa Unit
ini cukup disegani dikalangan dunia mahasiswa, karena satu-satunya unit yang
keras dengan OS. Unit yang memiliki kepanjangan Unit Kesenian Sumatera Utara
ini, seringkali diplesetkan dengan Unit Kerusuhan Semua Unit. Wajar saja bagiku
karena isinya adalah orang Batak dengan karakter keras.

 

Menjalani OS yg sifatnya fisik, bukan tidak mungkin melelahkan belum lagi
dengan push mental dari para senior. Ya teriak-teriak kencang, marah-marah yg
tidak jelas, cari-cari kesalahan, pantas saja karena panitia waktu itu masih
memakai metode manusia tertindas. Apapun pasti mendapat hukuman. Hampir tiap
minggu OS, meskipun demikian kami juga diajarkan berbagai materi oleh panitia.

Klo dengan panitia aku sendiri sih masih bisa santai, namun jika sudah
berada di tangan swasta. Flownya pasti naik trus, tak akan turun sebelum
selesai, ku akui swasta UKSU memang kreatif sekali orang-orangnya. Oleh karena
swasta yg aktif adalah teman-teman seangkatan abangku, aku tidak boleh terlihat
cupu dalam artian jangan malu-malukan saudaraku ini dan akupun mampu
melewatinya.

Namun pada dasarnya swasta, mreka hanya ingin fun-fun saja, tidak serius
dan jaim seperti panitia. Oh ya swasta di UKSU dalam artian selain panitia, dan
ini dua tahun diatas kita. Hanya jeleknya mereka seolah-olah lebih berkuasa.
Kami sebagai peserta, ada yg disuruh menghitung berapa jumlah bintang dilangit,
baris menurut kegantengan, naik pohon pada malam hari, hukuman push up, bikin
lucu-lucuan, cari kenalan cewek buat mreka, trus press mental abis, ya
dibantailah. Tapi begitu-begitu mereka bisa jadi aktor aktris, karena sudah
terbiasa memainkan peran dengan naskan settingan skenario yang telah dibuat
garis besarnya.

 

Eits sabar ya masi
tahap tengah-tengah ini, nanggung klo berhenti lho..

 

Singkat kata, saatnya kami di lantik, tuh khan karena buru-buru hampir lupa sebelum
dilantik kami ada sesi presentasi.

 

Sesi presentasi adalah saat kami menunjukkan hasil dari OS ini kepada
UKSU’ers. Kami menghibur dengan memberikan tari-tarian, nyanyian. Kemudian
memberikan makalah presentasi mengenai budaya yang nantinya terjadilah namanya
diskusi panjang dan lebar entah sampai mana endingnya. Apabila salah satu
peserta emosional kurasa akan ada namanya pukul-pukulan. Karena berkaitan
dengan budaya, apa daya aku tak bisa beragumen karena kurang mengerti, hal yg
bisa aku lakukan adalah hanya ikut bernyanyi dalam vokal grup, paduan suara dan
seksi pembantu sok sibuk. Kasihan juga aku melihat temanku kaum hawa, yg
terkantuk-kantuk karena tidak kunjung selesai perdebatan antara panitia dengan
peserta. Akhirnya setelah pukul empat dini hari, sejak mulai dari pukul delapan
malam, selesai juga, senang hatiku ketika itu. Oleh panitia kami meninggalkan
ruangan dan menunggu hasil akan diterima atau tidakkah presentasi yang memakan
tenaga, waktu untuk menyiapkannya. Terjadilah rapat antara panitia dan UKSU’ers yg hingga saat ini, tak
kuketahui seperti apa keadaan pada waktu itu. Setelah selama satu jam menunggu,
masuklah kami keruangan yang gelap karena lampunya mati. Dan bersoraklah
UKSU’ers, dengan keadaan gelap dan mata kami dalam posisi tertutup. Sekitar 15
menit kemudian, habis gelap terbitlah trang, UKSU’er sudah berada dihadapan
kami dengan membacakan keputusan hasil rapat mereka. Aku sendiri ragu akan
diterima, dan ternyata hasilnya diterima he..he..he..he..tinggal selangkah
lagi, acara akhir aku siap menyambutmu.

Acara akhir oleh panitia kira-kira mungkin tengah malamlah, berhubung kami
tidak diperbolehkan membawa jam tangan. Dalam pikiranku, akan kemanakah kami
dibawa, pada waktu berjalan dari kampus hingga daerah puncluit. Maklumlah OS
trakhir kualami terjadi pada pelantikan paskibra jaman SMP. Ya rasa takut ada
dalam diriku, akankah aku bisa membuktikan pada diriku, bahwa aku dapat menyelesaikan semua ini, sebuah
penantian yang cukup panjang. Tiba pada lapangan luas, kami dibagi-bagi
berkelompok dengan memasuki pos-pos yang sudah disiapkan panitia.

Selesai itu terjadilah simulasi pelantikan yang dilakukan oleh panitia,
seneng bercampur curiga, akh mana mungkin hanya begini saja, dalam pikiranku.
Sekonyong-konyong swasta melakukan kudeta terhadap panitia, dan mereka
melakukan kontak fisik dan kekacauan barisan. Ketika itu aku pun susah untuk
tetap pada barisan karena dorongan dari berbagai arah. Muncullah bad guy
sebagai danlap swasta, dengan mengkomandoi agar mempertahankan barisan sambil
hukuman posisi satu, dua, tiga berulang-ulang kali. Sudah puas dipisahkan
antara pria-wanita. Bayangkan betapa panjang perjalanan kedepan, aku dan
peserta lainnya pada saat itu hanya dianggap sebagai baru lahir yang hanya bisa
merayap dengan mengikuti danlap yang berlari, kemudian naik batita yang hanya
bisa merangkak, naik lagi menjadi balita yg hanya berganti pakaian, hingga
proses menjadi manusia dewasa. Pada saat inilah aku private dengan empat orang
swasta…moment yang tak pernah terlupakan olehku.

 

Masi panjang kalipun,
namanya juga cerpen

Dikumpulkan kembali kami dengan mata tertutup, diputar-putar kembalilah
kami seperti bermain ular tangga, dan dibodoh-bodohi dengan adanya sungai, kayu
dan lainny-lainnya supaya menghindarinya.

 

Sesudah itu kurasakan hawa panas menyelimuti tubuhku yang sudah telanjang
dada. Dan nyanyian mars UKSU diselingi dengan ucapan titah surat keputusan
Ketua UKSU, terbukalah mataku dengan indahnya sinar matahari yg membuka
tabir-tabirnya, moment yg bagus sekali. Terbayar sudah pengorbanan, rasa puas
tiada tara, dan bercampur rasa terharu, hampir saja aku menitikkan air mata,
hanya saja karena malu tidak kulakukan.

Menjadi anggota UKSU aku akhirnya. Dan ternyata kusadari ini belum apa-apa.

 

 

 

 

 

One Response to “OS UKSU”

  1. Ucok Says:

    5 tahun yang lalu den yak…

Leave a Reply