What The Matters With ITB?!#$@

Planner

ITB…Institusi yang masi bisa dibanggakan/not???
mulai dari kebijakan rektorat sampai kondisi mahasiswa
sejak tahun 2003 smua ngawur…ga jelas…
kebijakan rektorat yang ga kreatif mencari dana,
dengan hanya jalan pintas/instan,mengadakan seleksi penerimaan
mahasiswa baru selain SPMB tahun 2003, USM (Ujian Saringan Mandiri)
dengan uang penerimaan minimal 45 juta rupiah…(alhasil peringkat ITB
turun dari peringkat 45 se-Asia Pasifik turun entah keseratus berapa)
sampai klimaksnya tahun 2004,mendirikan S1 Sekolah Bisnis dan
Manajemen (SBM), apa iya ITB puny kompetensi di bidang ini??
tdk sama sekali,yg ada cuma jual nama dengan sekonyong-konyongnya…
(shrsny Univ, bkn institut dah ga cocok lg)
lalu penghapusan sistem semester pendek (SP) untuk perbaikan atau untuk
akselerasi yang dihapus sejak Tahun Ajaran 2003/2004, kenapa begitu
bodohnya…pdhl klo di compare dengan Univ. lain, dalam sekali
SP sudah dapat menggantikan kuliah reguler..akibatnya bukan yg
diharapkan semakin rajin, justru sebaliknya nilai prestasi
mahasiswany makin jelek, tau sendiri khan sistem nilai ITB
sulit n ketat…(banyak perusahaan ga membedakan IP 2,75 di ITB dgn
Univ. lain, smua standar dianggap sama, nah klo begini gmn???
kacau khan). kemudian sistem akumulasi nilai yang berlaku
sejak oktober 2004 yg semakin merugikan dan mengecewakan mahasiswa,
sehingga ada kasus dalam suatu departemen seharusnya mendapat
predikat cumlaude 10 orang, akibat akumulasi nilai,jd hanya 2 orang,
itu jg karena IPKnya tinggi2 sekali >3.6 (jd ga ngaruh),
klo yg mestinya 3.5 eh setelah diakumulasi kurang, ga jd cumlaude!!!
yg ada nyaris cumlaude, kecewa ga tuh
(dah krj keras n usaha, eh sia-sia???)
lalu ktanya sih perluasan kampus ke daerah Delta Mas, Kab. Bekasi,
buka cabang nih ye…(ITB, B itu Bandung khan, mana toh Bandungnya??
MIT, M-nya tetep Massachusett tuh)
kacang goreng laris manis…jual murah…ayo2 beli…
selanjutnya masalah pembelajaran non akademis, sejak tahun 2003 (baru
wacana!?),Proses Penerimaan Anggota Baru (PPAB), terutama Himpunan
Mahasiswa Departemen (HMD) ditentang (Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM),
ga terlalu),segala cara dilakukan, dari cara pemaksaan ke departemen
tahun 2004 hingga sekarang dicampuradukkan antara masalah non akademis
ke masalah akademis, masa 2005 yg ikut PPAB akan di DO (Drop Out),
profesional dikit caranya dong..(kacangan BGT..,pasti ga pernah ikut
PPAB ya, mknya bingung??)
NB : Buat 2005, Menurut penulis,Himpunan n Unit itu penting,banyak yg
     bisa kt pelajari..asal bisa membedakan,
     Himpunan /Unit bukan diatas segala2nya…
Makany ga heran, klo sori ya..2005 ga jauh beda kaya anak SMU, bukan
Mahasiswa (belum Maha???tetep siswa bkn sekedar tataran istilah bahasa
tp dalam tuh maknanya)..yah itu semua yg rugi bkn mahasiswa lama
(kt2 gitu loh yg mo lulus,jgn salahkan jika nanti ITB, adalah
produsen robot2 manusia)
banyak lg kebijakan seperti pemberlakuan jam malam, tidak boleh tidur
di Sekre/Himpunan, bahkan di LAB sekalipun..pdhl lom tentu jelek
loh imagenya, bisa saja mngkn ada penelitian/proyek/kegiatan penting
lainnya khan, kumaha??
fokus kebijakan lainny yaitu pembiayaan ITB seperti pembatasan
Beasiswa, knp justru yg penting seperti beasiswa SPP terjadi
pengurangan jumlah, bagaimana untuk yg tidak bisa byr,
yah mreka (direktorat keu.ITB) bilang sambil tertawa
klo ga bisa/ga punya uang,ga usah kuliah ha..ha..
(kejadian ini nyata, terjadi beneran) hal yg perlu dipikirkan,
ITB jdny hanya untuk golongan mampu ekonomi saja,yg mampu secara
intelegensi tp finansial krng, akan enggan untuk terpikir apalagi
mencoba untuk msk ITB (Ini Tongkrongan Borju), terutama untuk orang2
daerah..efekny ITB meningkat dari pendapatan tp turun dari prestasi,
karena bibit2 unggul pindah/memilih ke universitas lain…
pertanyaan lain mengenai ini,kemana alokasi dana dari perusahaan
penyumbang beasiswa/dana masuk dari 45 Juta n SBM, hal yg perlu
dicermati untuk mahasiswa ITB?? wajar jika birokrat ga transparan,
wong di institusi pendidikan (ktnya penuh idealisme) aja dah begitu…
lalu pembangunan fisik yg ga begitu penting bkn taman2(tambah jelek),
pembongkaran jalan (keramik,dll, ga signifikan) & pengecatan ulang
(masih bagus kok, ga perlu sebenarnya) apalagi Campus Centre
(makan biaya besar) yg sampai sekarang tidak jelas fungsi dan
digunakan untuk apa??jangan2 cuma dalih aja nih…wah keu. dipake
bwat pembangunan..pdahal ada departemen yg memang membutuhkan biaya
untuk perbaikan LAB,tp ditolak???hal ini justru penting nyata
pengembangan intelektualitas..sekedar info tambahan bahwa pendaftaran
semester depan jangan sampai telat karena ada pengenaan denda telat
daftar (lumayan besar), tp teman2 tinjau ulang, bagus memang
mengajarkan disiplin, tp tuntutan jgn hanya pada mahasiswa saja,
bagaimana dengan sistem registrasi skr masi lamban seperti semester
lalu, ngantri panjang dan lama?? mampukah ITB (ktnya teknologi bandung)
registrasi secara on-line?? pdhl sudah banyak pengajar kt ke
luar negeri dan merasakan betapa cepatnya sistem disana..kenapa tidak
diterapkan di sini, ITB khususnya…
Coba temen-temen pikirkan yg Ktanya Kampus Terbaik..tetapi seperti ini..
Hal yang patut menjadi concern bersama bagi kita…
terutama untuk angkatan yg masi berkutat dalam kampus…

One Response to “What The Matters With ITB?!#$@”

  1. Raja Says:

    Yah, marilah kita mulai dari diri kita

    Kita adlh komponen terkecil dari sistem kemahasiswaan, kemasyarakatan, dan lebih jauh lg negara!!!

Leave a Reply